[PRD] Quiz 1 : Konversi dan Satuan, dan Tugas 4 : Solusi Masalah Sampah di Bandung

بسم الله الرحمن الرحيم

Ini hasil quiz yang telah diperbaiki. Maaf jika tulisan kurang rapi, tapi insya Allah masih bisa dibaca

Sedangkan tugas laporan yang membahas masalah kelompok bisa dilihat di

https://docs.google.com/file/d/0B-QRzm5VoRRJY1N4aWZEQk1Gbk0/edit?usp=sharing

dikarenakan isi tulisan yang cukup panjang jika ditulis di blog.

Dan rekaman wawancaranya bisa didownload disini

Sekian, terimakasih

Afrizal Fikri

16513260

[PRD] Tugas 3 : Konversi Satuan

بسم الله الرحمن الرحيم

 Soal Slide
  1. Tekanan bejana, p = 350 psi = 24,6074353 kgf/cm2 = 2,41316505 MPa
  2. Bahan bejana, σallowable = 15000 psi = 15 ksi = 10,5460437 kgf/mm2 = 103,421359 MPa
  3. Spesifikasi bahan, St.37, Su = 37 kgf/mm2 = 52,6263702 ksi
  4. Berat jenis baja, γ = 7,8 kgf/dm3 = 0,281792878 lbf/in3
  5. Modulus elastis baja, E = 200 GPa = 29 007 547,5 psi
  6. Nilai kalor (HHV: higher heating value) LNG 10000 kcal/m3 = 11,6222222 kWh/m3= 0,00112370329 MM Btu/ft3

 


Exploring Engineering hal. 32


If a US gallon has a volume of 0.134 ft3 and a human mouth has a volume of 0.900 in3, then how many

mouthfuls of water are required to fill a 5.00 US gallon can?


Jawab:

5 US gallon = 5 x 0,134 = 0,67 ft3

0,67 ft3  = 1157.76 in3

1157.76 in3 / 0.900 in3  = 1286,4 mouthfuls ≈ 1,29 x 103 mouthfuls


Afrizal Fikri

STEI

16513260

[PRD] Tugas 2 : Understanding Cyberworld 2020

بسم الله الرحمن الرحيم

Banyak yang meramalkan bahwa 10 atau 20 tahun lagi, teknologi akan hampir menjangkau setiap lini kehidupan dalam arti sebenarnya. Kita akan bisa menemui seseorang yang bermil-mil jauhnya tepat dihadapan kita. Kita juga bisa melakukan hal lain yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Informasi bisa dengan mudah didapat dan dibagikan.

Lalu apakah itu semua mungkin? Atau hanya sci-fi belaka? Secara teknologi, hal itu semua dimungkinkan. Mulai dari keterlibatan komputer dalam setiap aktivitas manusia, sampai robot yang dapat berinteraksi dengan manusia. Meski begitu saya pribadi masih tidak yakin bahwa robot mampu memiliki perasaan dan empati seperti layaknya manusia. Hanya saja realisasi itu masih membutuhkan proses penyesuaian dengan kebutuhan manusia pada umumnya.

Teknologi selalu menciptakan perkembangan dalam tiap aspek kehidupan. Perkembangan ini selalu diharapkan membawa dampak positif dan tanpa efek negatif. Sesuai dengan harapan itu, pastilah teknologi memiliki manfaat yang besar sesuai dengan tujuan diciptakannya inovasi tersebut. Perkembangan teknologi selalu membuka kesempatan dan kekuatan baru.

Karena kesempatan dan kekuatan baru itu, teknologi menjadi semacam pedang bermata dua. Bisa digunakan pada jalan yang benar, bisa juga disalah-gunakan. Selain itu banyak dampak negatif secara teknis dan non-teknis yang dihasilkan dari setiap inovasi. Itu semua tidak terlepas dari keterbatasan manusia dalam mencari dan menyelesaikan masalah tersebut.

Misal masalah teknis yang ditimbulkan dari universalisasi robot adalah, kemampuan robot dalam mengenali suatu masalah masih sangatlah terbatas pada kondisi-kondisi yang ditentukan. Kemampuan AI yang digadang-gadang dapat membuat robot secerdas manusia pun masih jauh dari yang diharapkan. Jika robot dijadikan “tokoh utama” dalam pengambilan keputusan, hasilnya akan kurang maksimal dibandingkan oleh manusia. Selain itu juga masalah non-teknis seperti robot tidak memiliki empati dan perasaan sehingga bisa jadi keputusan yang diambil tidak memperhatikan aspek sosial.

Selain itu teknologi yang sedemikian jauh, bisa melanggar beberapa etika yang selama ini dipegang teguh. Banyaknya surveillance oleh CCTV di jalan-jalan raya, monitoring jaringan yang telah terintegrasi, atau bahkan masalah rekayasa gen yang katanya dapat menentukan seperti apa anak yang lahir sesuai keinginan orang tuanya. Ingat bahwa sebagian bisa sedikit dilepas untuk kemajuan dan keamanan bersama. Tapi ada hal-hal yang masih tidak boleh dilanggar seperti hak Tuhan untuk “mencipta”, dan juga privasi pribadi. Semakin terbukanya jaringan makin membuat privasi orang diambil alih untuk keuntungan pribadi atau sekelompok golongan tertentu. Jadi pembatasan penggunaan teknologi, khususnya internet dapat dibatasi dan juga diharap tiap orang diberi pengetahuan akan bahaya privasi di dunia maya.

Jadi secara umum, teknologi memang dibuat untuk menyejahterakan manusia dan memang akan begitu. Namun keterbatasan manusia dan mesin itu sendiri menjadikan teknologi tidak selamanya membawa perubahan positif bagi kehidupan. Lalu manusia sebagai pembawa perkembangan itulah yang seharusnya mengontrol dan menyempurankan kerja mesin yang hanya sebagai pembantu manusia. Kreativitas, nilai, dan empati adalah hal-hal yang hanya dimiliki kita sebagai manusia dan bukan mesin. Pergunakan teknologi sebagaimana mestinya dan jangan terlalu bergantung teknologi seakan teknologi itu sepenuhnya aman.

Cukup sekian, apabila ada kesalahan dan kekurangan saya mohon maaf. Terima kasih. Dibawah ini ada secuplik video tentang SixthSense yang akan banyak dipergunakan untuk menghubungkan dunia nyata dan dunia maya secara utuh.

Afrizal Fikri

STEI 2013

16513260

[PRD] Tugas 1 : Cybersecurity Problem in the Future

بسم الله الرحمن الرحيم

Pada era sekarang, internet telah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Internet menawarkan keleluasaan dan kemudahan dalam mengakses informasi yang dibutuhkan, bahkan di dunia maya saat ini telah banyak bermunculan media sosial yang beragam sehingga antara satu orang dan yang lain di internet dapat terhubung.

Kebutuhan akan jaringan internet tidak terbatas hanya pada penggunaan personal atau pribadi saja. Saat ini internet mulai digunakan juga dalam pelayanan masyarakat dalam bentuk digital yang terintegrasi satu sama lain. Termasuk pengendalian jaringan tenaga listrik juga dapat dilakukan jarak jauh dengan jaringan internet.

Karena peran vital internet tersebut, banyak pihak mencoba mengambil keuntungan dengan cara yang tidak lazim, misalnya mengambil data-data pribadi seseorang, menggunakan akun milik orang lain, bahkan mencuri saldo bank seseorang. Semua bisa dilakukan melalui intenet. Selain melanggar hak privasi seseorang, kegiatan meretas ini juga merugikan kepentingan umum jika dilakukan pada skala besar. Misalnya pencurian uang dalam jumlah besar pada suatu bank. Jumlah yang besar ini bisa menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat dan merugikan orang banyak. Atau misalnya peretasan pada jaringan transmisi tenaga yang bisa menyebabkan kelumpuhan jaringan listrik yang berdampak luas pada suatu negara.

Ada beberapa cara untuk menganggulangi masalah keamanan ini. Dengan memasang firewall dan router sepanjang jalur koneksi. Cara ini disebut perimeter defense, yaitu dengan menahan penyusup agar tidak masuk dalam jaringan dengan menggunakan autentikasi maupun lewat port-port tertentu. Tapi cara ini tidak lagi efektif. Selalu ada cara untuk menembus pertahanan seperti ini. Bisa dengan membajak akun lain untuk bisa masuk, menyusup lewat port lain yang tidak teridentifikasi, atau memanfaatkan bug yang ada pada filter.

Prinsip kerja firewall secara umum ada tiga yang dapat dikombinasi satu sama lain, yaitu packet filtering, proxy service, dan stateful inspection. Packet filtering berarti menyaring paket data yang masuk dan keluar dengan filter yang dibuat sebelumnya. Cara ini tentu saja mudah sekali dikelabuhi karena bisa saja dari paket yang masuk itu ada yang tidak pernah terdeteksi  filter sebelumnya. Selanjutnya proxy service dibuat dengan memasang lapisan bertingkat pada session antara user dan network. Dengan proxy bisa dikontrol aktivitas apa saja yang dilakukan dalam jaringan. Dan terakhir, stateful inspection bisa dibilang cara paling modern yang tidak hanya melakukan pengecekan paket masuk dan keluar saja, tapi juga IP, port, session, dan hal-hal detil lain lalu mencocokkannya dengan database.

Karena itu dibutuhkan identifikasi yang menyatu dengan pengguna secara langsung. Cara seperti pemindaian biometrik, pengenalan suara, atau yang lain yang menghubungkan identitas pengguna secara langsung bisa dilakukan demi memudahkan kontrol atas autentikasi jaringan. Selain itu dengan ini, pelacakan juga bisa dilakukan dengan mudah karena kemungkinan penyalahgunaan identitas dapat diperkecil.

Untuk masalah bug, sebenarnya akan selalu ada pada mesin karena keterbatasan mesin komputer untuk mengolah informasi. Celah ini bisa diatasi dengan mengawasi dan mengontrol arus informasi pada jaringan dengan router dan protokol-protokol sehingga mesin dapat mengolah informasi tanpa harus kelebihan beban. Selain itu perbaikan pada rancangan software juga harus terus ditingkatkan agar kinerja bisa lebih efektif dan tidak banyak celah bug yang dapat dibuat.

Mungkin sekian paparan saya tentang keamanan jaringan dan usulan solusinya. Mohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan dalam penulisan paparan ini.

Terima kasih.

Afrizal Fikri

STEI 2013

16513260

Referensi: